Bir Pletok: Minuman Rempah Hangat Khas Betawi Tanpa Alkohol

Namanya bikin salah paham: “bir” pletok. Tapi jangan tertipu — minuman khas Betawi ini sama sekali tanpa alkohol. Justru sebaliknya, ia minuman rempah hangat yang menyehatkan, dengan cerita asal-usul yang menarik.
Kenapa disebut “bir”
Cerita populernya begini: pada masa kolonial, masyarakat Betawi melihat orang Belanda menikmati bir, lalu menciptakan minuman sendiri yang warnanya kemerahan dan disajikan dengan cara serupa — tanpa alkohol yang mereka hindari. Kata “pletok” diduga dari bunyi es dan botol saat minuman ini dulu dikocok.
Rempah yang menghangatkan
Bir pletok berbahan jahe, serai, kayu manis, cengkih, dan kayu secang yang memberi warna merah alami. Hasilnya minuman pedas-manis beraroma rempah kuat. Kandungan jahenya membuat banyak orang meminumnya untuk menghangatkan badan, terutama saat musim hujan.
Warisan yang dikemas ulang
Bir pletok kerap hadir di acara adat dan festival Betawi, dan bisa ditemukan di Setu Babakan. Kini banyak yang dikemas botol sebagai oleh-oleh — alternatif sehat tanpa kafein maupun alkohol.
Tips
- Nikmati hangat untuk merasakan manfaat rempah secara maksimal.
- Bisa juga disajikan dingin dengan es saat panas.
- Cocok sebagai alternatif minuman sehat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bir pletok mengandung alkohol?
Tidak. Meski bernama bir, minuman ini sepenuhnya tanpa alkohol dan berbahan rempah.
Bir pletok terbuat dari apa?
Jahe, serai, kayu manis, cengkih, dan kayu secang yang memberi warna merah alami.
Apa manfaatnya?
Kaya jahe dan rempah, banyak diminum untuk menghangatkan badan dan menyegarkan tubuh.
Di mana membelinya?
Di kawasan budaya seperti Setu Babakan, festival Betawi, dan kini dalam kemasan botol.