M Bloc Space: Ruang Kreatif di Bekas Kompleks Percetakan Uang
Rumah-rumah dinas Peruri era 1950-an di Blok M yang disulap jadi ruang kreatif — panggung musik, kedai lokal, dan nongkrong berkarakter.
Oleh Tim Redaksi Mizuvox · Diperbarui · 6 menit baca

Di Jakarta, bangunan tua sering berakhir dibongkar. M Bloc Space memilih jalan sebaliknya: deretan rumah dinas dan gudang milik Peruri (Percetakan Uang RI) dari era 1950-an di kawasan Blok M disulap menjadi ruang kreatif — dan hasilnya menjadi salah satu tempat nongkrong paling berkarakter di Jakarta Selatan sejak dibuka pada 2019.
Sejarah yang dipertahankan
Alih-alih merobohkan, para penggagas M Bloc mempertahankan struktur asli bangunan-bangunan lawasnya — dinding bata, jendela tua, dan bentuk rumah dinasnya masih terasa. Sentuhan mural, pencahayaan, dan tata ruang modern membuat suasananya unik: nostalgia dan kekinian berjalan bersama. Konsep adaptive reuse seperti ini masih langka di Jakarta.
Apa yang ada di dalamnya
- Panggung musik — live house yang rutin menampilkan musisi lokal, dari nama baru hingga yang ternama.
- Kedai dan restoran lokal — kopi, kuliner Nusantara, hingga jenama makanan-minuman dalam negeri.
- Toko kreatif — produk lokal, buku, piringan hitan, dan merchandise.
- Ruang acara — pameran, diskusi, pemutaran film, dan bazar komunitas.
Bagian dari kebangkitan Blok M
M Bloc adalah salah satu motor yang menghidupkan kembali kawasan Blok M. Lokasinya tepat di sisi stasiun MRT Blok M, membuatnya sangat mudah dijangkau tanpa kendaraan pribadi. Ia juga berdekatan dengan Little Tokyo di Melawai, jadi satu malam bisa mencakup keduanya.
Kapan dan bagaimana menikmatinya
Sore hingga malam adalah waktu terbaik — kedai buka penuh dan sering ada penampilan musik. Akhir pekan ramai anak muda; datang hari kerja bila ingin duduk lebih santai. Cek media sosial M Bloc untuk jadwal konser dan acara; menonton band lokal di ruang intim seperti ini adalah pengalaman musik live yang berbeda dari konser besar.
Tips
- Gunakan MRT dan turun di Stasiun Blok M.
- Cek jadwal live music sebelum datang.
- Coba jenama makanan-minuman lokal yang jarang ada di mal.
- Gabungkan dengan jelajah Little Tokyo Melawai.
1950-an: Kompleks Uang Rahasia yang Kini Memainkan Musik
Sedikit tempat nongkrong dunia punya silsilah seperti M Bloc: kompleks ini dibangun era 1950-an sebagai perumahan-fasilitas karyawan Peruri (Percetakan Uang RI) — deretan rumah dinas dan gudang di belakang kompleks tempat uang negara secara harfiah dicetak; kawasan tertutup berpagar yang selama setengah abad dilewati warga Blok M tanpa pernah tahu isinya. Transformasi 2019: alih-alih dirobohkan jadi menara, gudang-gudang dan rumah dinas itu direstorasi minimal oleh kolektif kreatif (musisi, arsitek, pegiat kota) menjadi M Bloc Space: dinding bata-beton asli dibiarkan, pintu-pintu baja tua jadi estetika, pohon-pohon besar dipertahankan — adaptive reuse paling berhasil Indonesia yang langsung jadi rujukan nasional. Simbolismenya nikmat dikunyah: tempat yang dulu mencetak rupiah kini mencetak hal yang lebih sulit dinilai — skena, memori, dan alasan anak muda mencintai kotanya.
Anatomi Kompleks: Live House, Kios Lokal, dan Lorong-Lorongnya
M Bloc adalah kampung linear yang tiap sudutnya berfungsi. M Bloc Live House: jantungnya — ruang pertunjukan intim (kapasitas ratusan) dengan tata suara serius; kalendernya adalah barometer musik independen Indonesia: band legendaris memilih manggung ‘kecil’ di sini demi kedekatan, band baru dinobatkan skena di panggung yang sama — menonton gig di Live House wajib masuk daftar pengalaman Jakarta (tiket cepat habis; pantau kanal mereka). Deretan kios-resto: kurasi ketat merek LOKAL — kopi, kuliner nusantara modern, bir artisan lokal, toko roti; tanpa waralaba global sebagai pernyataan. Ruang-ruang lain: toko kolektif merchandise-buku-vinyl (oleh-oleh skena), galeri mini dan kios kreatif, area komunitas M Bloc Market (supermarket produk UMKM lokal — belanja oleh-oleh berkelas), dan lorong utama yang malam hari berubah panggung sosial: penuh anak muda duduk lesehan-bangku, akustik dari kios, dan suasana yang membuat semua orang merasa 25 tahun.
Etos Lokal: Kurasi yang Menjadi Manifesto
Yang membuat M Bloc melampaui ‘tempat nongkrong estetik’ adalah manifestonya yang dijalankan konsisten: 100% merek lokal (kurasi menolak jaringan global — setiap gelas kopi dan potong roti adalah transaksi ke ekonomi kreatif dalam negeri), panggung untuk ekosistem (Live House memprioritaskan musisi Indonesia lintas generasi; kios memberi lahan uji merek muda), pelestarian sebagai estetika (bangunan tua bukan latar instagram semata — narasi Peruri dirawat dalam tur, plakat, dan desain), dan ruang publik yang sesungguhnya: duduk tanpa membeli tidak diusir, lintas usia bercampur (keluarga sore, skena malam), difabel dipikirkan. Model ini terbukti menular — adik-adiknya lahir (pengembangan serupa di kota-kota lain dan kawasan sekitar), dan ‘M Bloc effect’ jadi istilah: bangunan tua + kurasi lokal + musik = regenerasi kawasan; formula yang kini coba ditiru di mana-mana, jarang dengan jiwa yang sama. Dukung dengan cara paling sederhana: datang, beli, tonton — manifesto hidup dari kasir yang berbunyi.
Panduan Jam dan Rangkaian Blok M Raya
M Bloc punya tiga wajah harian yang semuanya layak. Sore (15-18): paling santai — kopi + roti, jelajah toko kolektif, foto lorong tanpa kerumunan; keluarga dan pekerja pulang cepat menikmati slot ini. Malam biasa (19-23): denyut penuh — makan malam kios, akustik, lorong sosial menghangat; reservasi tak perlu kecuali rombongan. Malam gig: energi berlipat — datang awal (tiket + posisi), makan dulu (antrean kios memanjang saat jeda), dan nikmati ritual khas: keluar venue berkeringat lalu melanjutkan obrolan di lorong hingga larut. Rangkaian kawasan (bab wajib): MRT Blok M adalah gerbangnya — formula lengkap: sore Taman Literasi → M Bloc senja-malam → (opsi lanjut) kuliner Blok M-Melawai tengah malam; atau siang Pasar Santa → malam M Bloc sebagai duet regenerasi-ruang paling lengkap Indonesia. Satu kompleks kecil, pelajaran besar: kota tak wajib menghancurkan masa lalunya untuk relevan — kadang cukup membuka pagarnya, menyetem gitar, dan mempersilakan warganya masuk.
Efek M Bloc: Gelombang Gedung Tua yang Hidup Kembali
Keberhasilan M Bloc melahirkan genre baru pembangunan Jakarta: adaptive reuse — menghidupkan gedung negara/tua yang menganggur menjadi ruang publik kreatif tanpa merobohkannya. Barisan penerusnya: Pos Bloc di Pasar Baru (bekas gedung Filateli/kantor pos kolonial yang megah — aula tingginya kini panggung musik, pasar kreatif, dan kedai-kedai lokal; saudara kandung M Bloc dengan DNA pengembang yang sama), ruang-ruang kreatif di bekas pabrik-gudang kawasan lain yang menyusul dengan resep serupa (kurasi merek lokal + panggung + kopi), hingga tren kafe-galeri yang memilih rumah-ruko tua ketimbang bangunan baru. Kenapa resep ini bekerja: gedung tua menyumbang karakter yang mustahil dibeli developer baru (langit-langit tinggi, dinding bersejarah, cerita), biaya renovasi lebih masuk akal dari membangun, anak muda haus tempat ‘berjiwa’ setelah jenuh mal seragam — dan negara diuntungkan: aset menganggur jadi produktif tanpa kehilangan pusakanya. Bacaannya untuk kota: setiap gedung tua yang antre dirobohkan sesungguhnya adalah M Bloc yang belum menemukan penyelamatnya — dan setiap kunjunganmu ke ruang-ruang ini adalah suara pasar bahwa sejarah, bila diberi sound system dan kopi yang benar, sangat-sangat laku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu M Bloc Space?
Ruang kreatif di bekas rumah dinas dan gudang Peruri era 1950-an di Blok M, dibuka pada 2019.
Apa yang bisa dilakukan di sana?
Menonton musik live, mencicipi kedai dan jenama lokal, berbelanja produk kreatif, dan mengikuti acara komunitas.
Bagaimana cara ke M Bloc?
Paling mudah dengan MRT, karena letaknya tepat di sisi Stasiun Blok M.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
Sore hingga malam, terutama saat ada jadwal penampilan musik.
Apa fungsi asli kompleks M Bloc Space?
Perumahan dan gudang karyawan Peruri (Percetakan Uang RI) era 1950-an — kawasan tertutup yang direstorasi jadi ruang kreatif pada 2019.
Apa yang istimewa dari M Bloc Live House?
Ruang pertunjukan intim barometer musik independen — band legendaris dan pendatang baru berbagi panggung berkapasitas ratusan.
Kenapa tidak ada waralaba global di M Bloc?
Manifesto kurasi 100% merek lokal — setiap transaksi diarahkan ke ekonomi kreatif dalam negeri.
Apa itu Pos Bloc dan hubungannya dengan M Bloc?
Saudara kandung M Bloc di Pasar Baru: bekas gedung Filateli kolonial yang aula megahnya kini panggung musik dan pasar kreatif — bagian gelombang menghidupkan gedung tua tanpa merobohkannya.