Laksa Betawi: Semangkuk Kuah Santan yang Mulai Langka

Di antara kuliner Betawi, laksa adalah salah satu yang paling terancam hilang — dan justru itu membuatnya berharga. Semangkuk kuah santan kuning berbumbu dengan bihun dan ketupat ini kini makin sulit ditemui, jadi kalau kamu menemukannya, nikmati baik-baik.
Bukan laksa sembarang laksa
Laksa Betawi berbeda dari laksa daerah lain. Kuahnya berbahan santan dengan kunyit dan ebi (udang kering), menghasilkan warna kuning dan rasa gurih khas — umumnya tidak sepedas laksa Singapura atau Bogor. Isinya bihun, potongan ketupat, telur, perkedel, dan taburan daun kucai yang wangi.
Kenapa makin langka
Jumlah penjual laksa Betawi terus menyusut — sebagian karena proses pembuatannya rumit dan regenerasi penjual yang terbatas. Inilah yang mendorong komunitas budaya melestarikannya, termasuk lewat acara di Setu Babakan.
Berburu yang otentik
Beberapa penjual legendaris masih bertahan di sudut-sudut Jakarta, dan festival kuliner Betawi kerap menghadirkannya. Bagi penikmat kuah santan seperti soto Betawi, laksa Betawi wajib masuk daftar buruan.
Tips
- Santap selagi panas untuk menikmati kekayaan santannya.
- Tambahkan sambal dan jeruk nipis sesuai selera.
- Hargai penjual legendaris dengan datang langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda laksa Betawi dengan laksa lain?
Kuahnya bersantan dengan kunyit dan ebi, berwarna kuning dan gurih, umumnya tidak sepedas laksa daerah lain.
Apa isi laksa Betawi?
Bihun, potongan ketupat, telur, perkedel, dan taburan daun kucai dengan kuah santan berbumbu.
Kenapa laksa Betawi langka?
Proses pembuatannya rumit dan jumlah penjualnya terus menyusut.
Di mana menemukannya?
Di beberapa penjual legendaris yang bertahan dan pada festival kuliner budaya Betawi.