Lewati ke konten
MizuvoxPanduan wisata, kuliner & gaya hidup Jakarta
Kuliner

Roti Canai dan Kuliner India di Jakarta: Dari Kari sampai Teh Tarik

Roti yang dibanting dan dilipat, kari berlapis rempah, dan teh yang ditarik: menelusuri jejak dapur India di ibu kota.

Oleh Tim Redaksi Mizuvox · Diperbarui · 6 menit baca

roti canai dan kuliner india di jakarta dari kari sampai teh tarik

Rempah yang membentuk hampir seluruh masakan Indonesia — ketumbar, jintan, kunyit, kapulaga — datang lewat jalur perdagangan yang sama yang menghubungkan Nusantara dengan anak benua India selama berabad-abad. Jejaknya tidak berhenti di bumbu: ia hadir utuh di meja makan Jakarta dalam bentuk roti canai yang dibanting di atas meja marmer, kari yang berlapis rempah, dan teh yang dituang dari ketinggian sampai berbusa.

Jejak Komunitas India di Jakarta

Kehadiran komunitas keturunan India di Jakarta punya sejarah panjang, dan salah satu kantong paling dikenal berada di kawasan Pasar Baru — sejak era kolonial, pedagang tekstil asal anak benua, termasuk komunitas Sindhi dan Punjabi, membuka toko-toko kain di kawasan ini, dan sebagian keluarga mereka masih berdagang di sana hingga generasi ketiga dan keempat. Bersama komunitas itu datang pula rumah ibadah, toko rempah, dan tentu saja dapur. Kantong lain tersebar di berbagai penjuru kota mengikuti pola permukiman dan bisnis. Yang menarik, kuliner India di Jakarta tidak hanya bertahan di lingkaran komunitasnya — ia menyebar lewat restoran, gerai pusat perbelanjaan, dan — yang paling merakyat — lewat jalur tidak terduga: martabak telur yang kita kenal sebagai jajanan malam Indonesia sesungguhnya berkerabat dengan tradisi roti isi anak benua yang dibawa pedagang muslim India ke Nusantara.

Roti Canai: Adonan yang Dibanting Sampai Setipis Kertas

Bintang paling dikenal dari genre ini adalah roti canai — dikenal pula sebagai roti prata di wilayah lain — roti pipih berlapis yang dibuat dari adonan tepung berlemak yang diistirahatkan, lalu dipipihkan dengan teknik yang menjadi pertunjukan tersendiri: adonan dilempar dan diputar di udara hingga melebar setipis kertas, dilipat berlapis, lalu dipanggang di atas wajan datar sampai keemasan. Hasilnya adalah tekstur yang sulit ditiru: luar renyah, dalam berlapis dan lembut, dengan bagian tengah yang sedikit kenyal. Disajikan dengan kuah kari untuk dicocol — kari kambing, ayam, atau sayur — dan sering ditemani sambal atau acar. Variasinya banyak: roti telur, roti bawang, roti dengan isian daging cincang, sampai versi manis dengan pisang atau susu kental. Cara menilai roti canai yang benar: ia harus berlapis ketika disobek, bukan padat seperti pancake; terasa renyah di pinggir; dan tidak berminyak berlebihan.

Kari, Biryani, dan Menu Utama yang Perlu Dikenal

Di luar roti, ini menu yang layak dicoba saat pertama kali. Kari: bukan satu hidangan melainkan keluarga besar — kari kambing yang kaya dan berlemak, kari ayam yang lebih ringan, hingga kari ikan bergaya India selatan yang cenderung asam pedas; tingkat kepedasan dan kekentalannya berbeda-beda antar restoran, jadi tanyakan sebelum memesan. Biryani: nasi basmati yang dimasak berlapis bersama daging dan rempah — kerabat jauh dari nasi kebuli yang datang lewat jalur Arab, dengan profil rempah yang lebih kompleks dan butiran nasi yang lebih panjang serta terpisah. Tandoori: daging yang dibumbui yoghurt dan rempah lalu dipanggang dalam tungku bersuhu tinggi. Naan dan roti panggang lain sebagai pendamping kari. Samosa: pastel segitiga berisi kentang berbumbu atau daging — camilan pembuka yang akrab di lidah Indonesia. Bagi yang ingin mencoba banyak sekaligus, sebagian restoran menyajikan thali: nampan berisi beberapa lauk dalam mangkuk kecil bersama nasi dan roti.

Surga bagi Vegetarian

Satu hal yang membuat kuliner India istimewa di Jakarta: ia menawarkan pilihan vegetarian yang benar-benar lengkap dan mengenyangkan — sesuatu yang tidak mudah ditemukan di kota yang sebagian besar menunya berpusat pada daging. Tradisi vegetarian di sebagian besar wilayah India sudah berusia berabad, sehingga menunya bukan versi ‘tanpa daging’ dari hidangan lain, melainkan hidangan yang memang dirancang demikian: kari kentang dan kembang kol, dal alias olahan kacang-kacangan yang kaya protein, paneer atau keju segar yang diolah dalam berbagai saus, terung berbumbu, hingga nasi dan roti pendampingnya. Bagi pembaca yang menjalani pola makan nabati atau sedang mengurangi daging, restoran India adalah salah satu jawaban paling memuaskan di kota ini. Catatan penting: karena tradisi dapurnya beragam, tanyakan mengenai kandungan bahan bila kamu memiliki pantangan tertentu — termasuk soal kehalalan, karena sebagian restoran bergaya anak benua menyajikan menu yang berbeda-beda sesuai asal tradisinya.

Teh Tarik dan Minuman Pendampingnya

Ritual minum yang menyertai kuliner ini punya pertunjukannya sendiri. Teh tarik: teh hitam pekat dicampur susu kental lalu dituang bolak-balik antara dua wadah dari ketinggian — proses ‘menarik’ inilah yang mencampur sekaligus mendinginkan dan menghasilkan lapisan busa halus di permukaan. Teknik ini berkembang di kalangan komunitas India Muslim di kawasan Semenanjung Melayu dan menyebar luas, termasuk ke Indonesia; kerabatnya bisa ditemukan pula pada budaya kopi saring warung Aceh yang dibahas di artikel warkop. Masala chai: teh yang direbus bersama susu dan rempah — kapulaga, jahe, kayu manis, cengkih — menghasilkan minuman hangat yang aromanya mengisi ruangan. Lassi: minuman berbasis yoghurt, tersedia dalam versi asin maupun manis dengan mangga sebagai varian paling populer — penyeimbang yang sangat efektif setelah kari pedas. Minuman-minuman ini bukan pelengkap sekadarnya; dalam tradisi aslinya, mereka bagian dari keseimbangan rasa satu meja.

Cara Menikmati dan Etika Meja

Beberapa kebiasaan membuat pengalamanmu lebih utuh. Makan dengan tangan adalah cara tradisional untuk roti dan nasi — sobek roti dengan tangan kanan, gunakan untuk menjepit lauk atau mencocol kari; banyak restoran menyediakan wadah cuci tangan, dan bila kamu lebih nyaman dengan sendok, itu sepenuhnya tidak masalah. Pesan untuk berbagi: hidangan India secara tradisional disajikan di tengah meja untuk dinikmati bersama — pesan beberapa kari berbeda, beberapa jenis roti, dan nasi, lalu bagi bersama; ini juga cara paling ekonomis mencicipi banyak rasa. Kalibrasi pedas: tingkat pedas masakan India bekerja berbeda dari cabai Indonesia — pedasnya sering berasal dari campuran rempah dan bertahan lebih lama; mulai dari tingkat sedang pada kunjungan pertama. Sisakan ruang untuk penutup seperti gulab jamun atau es krim rempah bila tersedia. Dan bila ini pengalaman pertamamu, mulailah dari kombinasi paling aman sekaligus paling memuaskan: roti canai, satu kari ayam, dan segelas teh tarik.

Membuat Roti Canai di Rumah: Versi yang Realistis

Melempar adonan di udara seperti penjual profesional membutuhkan latihan bertahun, tetapi hasil yang berlapis dan renyah tetap bisa dicapai di dapur rumah dengan teknik yang lebih sederhana. Adonan: tepung terigu protein sedang, air, sedikit garam, gula, dan lemak — margarin atau minyak; uleni sampai kalis dan — ini kuncinya — istirahatkan adonan berjam-jam, idealnya beberapa jam hingga semalam dalam wadah tertutup yang diolesi minyak; adonan yang beristirahat cukup menjadi sangat elastis dan bisa ditarik tipis tanpa robek. Membentuk tanpa melempar: olesi meja dengan minyak, tekan bola adonan hingga melebar, lalu tarik pelan dari tepi ke segala arah sampai setipis mungkin — sedikit robek tidak masalah; setelah lebar, lipat dari pinggir ke tengah atau gulung memanjang lalu putar menjadi spiral dan tekan pipih; lipatan berlapis inilah yang menghasilkan tekstur khasnya. Memasak: wajan datar dengan api sedang dan sedikit margarin, panggang sampai kedua sisi berbintik keemasan. Sentuhan akhir yang membuatnya seperti di kedai: setelah matang, remas atau tepuk roti dari kedua sisi sehingga lapisannya merekah — langkah kecil yang mengubah tampilannya sepenuhnya. Sajikan dengan kari, kuah, atau susu kental manis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu roti canai dan bagaimana cara makannya?

Roti pipih berlapis yang adonannya dipipihkan dengan cara dilempar hingga setipis kertas lalu dilipat dan dipanggang; disantap dengan mencocolkannya ke kuah kari, disobek dengan tangan.

Apa beda biryani dan nasi kebuli?

Keduanya nasi berbumbu dari jalur perdagangan yang berbeda — biryani memakai beras basmati yang dimasak berlapis dengan rempah kompleks, sementara kebuli datang lewat jalur Arab dan dimasak dalam kaldu kambing bersamin.

Apakah restoran India cocok untuk vegetarian?

Sangat — tradisi vegetarian anak benua berusia berabad, sehingga menunya seperti dal, paneer, dan kari sayur dirancang lengkap dan mengenyangkan, bukan sekadar versi tanpa daging.

Apa kunci membuat roti canai berlapis di rumah?

Mengistirahatkan adonan berjam-jam hingga sangat elastis, menarik pelan di meja berminyak alih-alih melempar, lalu melipat berlapis sebelum dipanggang — dan meremasnya setelah matang agar lapisannya merekah.