Gultik: Gulai Tikungan Blok M, Legenda Makan Malam Kaki Lima

Namanya singkatan yang sangat Jakarta: gultik — gulai tikungan. Julukan ini merujuk pada deretan penjual nasi gulai sapi yang mangkal di tikungan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sejak puluhan tahun lalu. Dari tempat sesederhana itu, gultik tumbuh menjadi legenda makan malam yang menyatukan anak motor, pekerja kantoran, hingga selebritas.
Apa yang disajikan
Konsepnya sederhana: sepiring kecil nasi disiram kuah gulai sapi yang gurih dengan potongan daging. Porsi mungilnya adalah bagian dari budayanya — satu piring adalah pembuka, dan memesan dua-tiga piring adalah hal biasa. Tambahannya sate usus atau kikil bagi yang ingin, plus sambal dan kerupuk. Harga per piringnya tetap ramah kantong hingga kini.
Ritual selepas malam
Gultik hidup di jam ketika restoran mulai tutup. Para penjual buka sore hingga larut, dan justru makin ramai menjelang tengah malam — disinggahi mereka yang pulang nonton, nongkrong, atau sekadar lapar tengah malam. Duduk di bangku plastik pinggir jalan, sepiring gulai hangat di tangan, lalu lalang Blok M di depan mata: itulah pengalaman gultik yang sebenarnya.
Kenapa bertahan puluhan tahun
Resepnya konsisten, harganya jujur, dan lokasinya melekat pada memori kolektif Jakarta Selatan. Kebangkitan Blok M berkat MRT dan ruang kreatif seperti M Bloc justru mengenalkan gultik ke generasi baru — kini ia jadi penutup wajib setelah menonton musik atau nongkrong di kawasan itu.
Cara menikmati ala pelanggan setia
Pesan satu piring dulu untuk kalibrasi, tambah sesuai selera. Aduk sambal ke kuah, gigit kerupuk di sela suapan, dan jangan buru-buru — gultik adalah makanan yang dinikmati sambil mengobrol. Ini bagian dari wisata malam Jakarta yang paling otentik dan merakyat.
Tips
- Datang malam untuk suasana gultik yang sebenarnya.
- Mulai satu piring; menambah adalah tradisi.
- Coba tambahan sate usus atau kikil.
- Bawa uang tunai dan siap duduk lesehan bangku plastik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu gultik?
Gulai tikungan — nasi porsi kecil disiram gulai sapi, dijual deretan kaki lima di tikungan Blok M.
Kenapa porsinya kecil?
Itu bagian budayanya; pelanggan biasa memesan dua hingga tiga piring.
Kapan gultik buka?
Sore hingga larut malam, dan justru makin ramai menjelang tengah malam.
Berapa harga gultik?
Tetap ramah kantong per piringnya, salah satu makan malam termurah di Jakarta Selatan.